Pasar Pasirian

Pantai Dampar,salah satu potensi wisata pantai di Kecamatan Pasirian

Kantor Kecamatan Pasirian

Pesona dari Puncak Gunung Tambo - Pasirian

FK Kelompok Informasi Masyarakat Pasirian

Jumat, 15 November 2013

APA ITU LOMBA LSS?

SMK Negeri Pasirian ditunjuk Kabupaten Lumajang sebagai salah satu sekolah untuk mengikuti Lomba LSS. Apa itu Lomba LSS? Lomba LSS adalah Lomba Lingkungan Sekolah Sehat. Adapun yang menjadi objek penilaian pada Lomba LSS –UKS ini adalah lingkungan sehat, tata ruang, administrasi pendidikan dan pelayanan kesehatan yang dijabarkan pada empat aspek diantaranya kebersihan lingkungan sekolah (lingkungan sehat), aspek perangkat pendukung sekolah, aspek prilaku sehat anak didik atau civitas sekolah, aspek keagamaan dan aspek tata ruang.  Kemudian penambahan dalam hal sarana ibadah, pembinaan secara maksimal tentang kesehatan dan keamanan serta ketertiban sekolah harus diprioritaskan. 
Kegiatan lomba LSS-UKS ini dilaksanakan karena bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang dimulai di dunia pendidikan. Dengan lomba LSS dan UKS diharapkan mampu menciptakan suasana kondusif di sekolah sebagai sarana belajar anak didik bangsa. Sehingga dengan terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat dapat menghasilkan anak-anak yang cerdas dan sehat sebagai generasi penerus perjuangan bangsa dan negara. Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan tidak semata-mata meningkatkan kualitas pendidikan dan usaha peningkatan menuju sekolah sehat tapi dapat juga memberikan kontribusi dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia khususnya melalui jalur pendidikan. Dengan demikian ajang penilaian Lomba Sekolah Sehat ini diharapkan akan meningkatkan motivasi jajaran pemerintah dan dunia pendidikan untuk lebih bersemangat dan lebih giat lagi dalam meng-integrasi-kan pemikiran dan kegiatan pada usaha peningkatan kesehatan sekolah menuju sekolah yang sehat dan berstandar nasional bahkan internasional. Dalam pelaksanaan pembangunan pendidikan fungsi sekolah perlu mendapatkan perhatian yang serius serta ditumbuh-kembangkan secara seimbang sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan  dan dapat berfungsi sebagai wahana untuk peningkatan sumber daya manusia sebagai generasi penerus bangsa.
Pada kegiatan Lomba Sekolah Sehat ini, titik berat perhatian pembinaannya berada pada sekolah dan lingkungannya yang secara seimbang baik fisik maupun non fisik, dimana kegiatan belajar mengajar, sarana dan prasarana serta kegiatan ekstra lainnya yang dapat menunjang pelaksanaan pendidikan di sekolah sehingga  Penilaian sekolah sehat ini akan memberikan dorongan dan motivasi untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) oleh instansi terkait di berbagai tingkatan administrasi.  Pengembangan fungsi sekolah terutama fungsi pendidikan, pengajaran, dan sosialisasi menjadi dasar dalam rangka terwujudnya pengembangan kecerdasan dan intlektual serta pengetahuan tentang kesehatan yang optimal pada anak didik.

Rabu, 06 November 2013

TIPS MEMILIH PEMIMPIN YANG TEPAT

Tahun ini dan tahun depan merupakan sebuah hajatan besar dimana kita sebagai warga negara diminta partisipasinya untuk memilih seorang pemimpin negara. Pemimpin negara, baik itu presiden, gubernur, bupati/walikota, sampai ketua RT dan RW, semua itu adalah pemimpin bagi setiap warganya. Seorang pemimpin merupakan faktor penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, kita mesti menyiapkan tips dan berpikir kritis dalam memilih pemimpin.
Di saat suatu daerah atau kota dipimpin oleh pemimpin yang bersahaja, jujur, cerdas dan amanah, maka rakyatnya akan aman, makmur dan sejahtera. Namun jika sebaliknya, daerah/kota itu dipimpin oleh pemimpin yang korup, tidak jujur, zalim terhadap rakyatnya, niscaya rakyat akan sengsara. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam memilih pemimpin itu, perlu bagi kita menyiapkan langkah yang baik dalam menentukan pilihan, kita mesti memiliki tips akurat memilih pemimpin yang tepat. Agar pemimpin yang kita pilih benar-benar mampu mengayomi rakyatnya.
Pilihlah pemimpin yang amanah, agar dia benar-benar berusaha menyejahterakan rakyat, mampu menaungi rakyat, mampu menghidupi rakyat, bukannya mencari hidup dari rakyat, mampu melayani rakyatnya, bukan minta dilayani rakyat. Bukan hanya bisa menjual asset negara atau kekayaan alam daerah untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.
Pilihlah pemimpin yang cerdas, agar dia tidak mudah ditipu anak buahnya atau kelompok lain yang membuat rugi daerah/kotanya. Seorang pemimpin yang cerdas punya visi dan misi yang jelas untuk memajukan dan menyejahterakan rakyatnya. Dan juga mampu menegakkan keadilan dengan kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.
Kadang-kadang kita begitu apatis dengan pemimpin yang korup, sehingga memilih untuk golput (golongan putih). Sikap golput atau tidak memilih pemimpin merupakan sikap yang kurang baik. Seandainya calon pemimpin itu tidak ada yang sesuai kriteria kita, maka pilihlah orang yang lebih baik akhlaknya. Tapi itu langkah terakhir yang ditempuh, sebaiknya pilihlah yang cerdas intelektualnya dan baik akhlaknya.
Adapun beberapa tips dalam memilih pemimpin yang tepat yaitu :
1. Memilih pemimpin yang memiliki moral ketaqwaan
Moral pemimpin yang bersumber pada Pancasila terutama dan terpenting adalah “moral ketaqwaan”. Pemimpin yang bermoral ketaqwaan dalam memimpin bangsa pasti mampu mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance). Moral yang dimiliki seorang pemimpin akan menumbuhkan rasa malu akan perbuatan salah yang tidak sesuai dengan aturan. Ketaqwaan yang dimiliki seorang pemimpin mendorong mereka taat dan patuh serta takut akan perbuatan salah dan dosa. Ketaqwaan juga mendorong seseorang pemimpin konsisten menjadikan agama yang dianutnya sebagai point of reversence dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. Moral ketaqwaan melahirkan seorang pemimpin yang mampu menghargai pekerjaan orang lain, mengakui kemampuan orang yang dipimpin dan menghormati mereka sebagai abdi negara yang sama – sama bekerja untuk negara.
Dengan moral dan etika kepemimpinan yang berlandaskan “ketaqwaan “ akan terbentuk komitmen atau rasa tanggung jawab seorang pemimpin untuk mewujudkan tugas pokok dan fungsinya serta peranannya ke dalam perilaku yang mempercepat tercapainya tujuan mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa (clean government) dan kepemerintahan yang baik (good governance).
2. Memilih pemimpin yang transparansi dalam kepemimpinannya, ramah dan bersikap terbuka.
Pemimpin yang transparan dalam pemerintahannya dan bersikap terbuka, ia akan mau menerima saran dan kritikan dari rakyat, bahkan ia takkan segan untuk meminta pendapat langsung dari rakyat, demi kemajuan dan kemakmuran rakyatnya. Dengan transparansi juga, rakyat akan percaya kepada pemerintah (karena tidak ada bohong diantara kita). Selain itu carilah pemimpin yang bersikap terbuka, yaitu yang mampu menghormati pesaing dan belajar dari mereka dalam situasi kepemimpinan ataupun kondisi bisnis pada umumnya.
3. Memilih pemimpin yang memiliki latar belakang yang baik.
Hal ini dapat kita lihat dari pendidikannya, kehidupan, keluarga dan keturunannya. Kita dapat mengetahuinya, setelah kita mencari tahu tentang siapa dia (pemimpin) itu. (jangan-jangan ia mantan napi).
4. Memilih pemimpin yang jujur dan adil
Kita mesti memilih pemimpin yang jujur, yaitu jujur terhadap diri sendiri, maupun orang lain. Jujur dengan kekuatan yang dimiliki, sadar akan kelemahan dalam dirinya, serta berusaha untuk memperbaikinya.
Dewasa ini, memilih pemimpin yang adil sangatlah sulit, jika dibandingkan dengan kriteria lainnya. Kebanyakan pemimpin sekarang gayanya membela untuk kepentingan rakyat, namun dibalik itu rakyat dibikinnya sengsara, demi kepentingan diri sendiri dan kelompoknya.
Disaat rakyat kecil yang berlaku salah, katakanlah itu mencuri sebuah coklat ataupun sebuah semangka, itu pun karena kelaparan, tidak ada uang membelinya. Lalu mereka disidang dengan hukuman penjara. Namun disaat tikus-tikus berdasi itu beraksi, mengakibatkan puluhan milyar negara dirugikan. Tak ada hukuman bagi mereka, mereka masih dibiarkan berkeliaran bebas, menari-nari diatas penderitaan rakyat, menikmati uang haram hasil gelapannya. Hati-hati dengan pemimpin yang demikian, kita tentu tidak mau jika pemimpin yang kita pilih, akan zalim kepada rakyatnya.
5. Memilih pemimpin yang pandai dan cerdas
Antara orang pandai dengan orang cerdas tidaklah sama. Orang pandai ialah orang yang dapat menjawab semua persoalan dengan ilmunya, seperti kecerdasan berhitung, ilmu teknologi yang bersangkutan dengan kecerdasan Intelektualnya (IQ). Namun orang cerdas mampu membaca keadaan, mencari kesempatan di tengah kesempitan, kalau orang Minangkabau mengenalnya dengan orang yang arif dan bijak. Orang cerdas/arif bijaksana bukan hanya pandai, tapi juga dapat berpandai-pandai demi kemaslahatan rakyatnya. Itulah beda orang pandai dengan orang cerdas atau arif dan bijaksana.
Sebagai pemilih kita mesti cepat tanggap dalam menilai, mana pemimpin yang pandai dan cerdas, mana pemimpin yang cuma pandai. Orang yang banyak bicara dan banyak mengumbar janji, “saya kalau terpilih, saya akan membangun ini dan itu…., mengratiskan ini dan itu….!” Biasa orang seperti itu adalah orang yang bodoh, seperti kata peribahasa “air beriak tanda tak dalam”.
6. Memilih pemimpin yang mampu berkomunikasi, semangat “team work”, kreatif, percaya diri, inovatif dan mobilitas.
Pemimpin yang memiliki kemampuan seperti ini akan mampu menstabilkan dan menghapus adanya kesenjangan antara pemimpin dan yang dipimpin, dalam hal ini adalah warga.
7. Jangan Memilih pemimpin yang menjatuhkan atau mejelek-jelekkan orang lain/pemimpin yang sedang berkuasa.
Kalimat yang demikian dapat kita lihat, ketika ia menggelar kampanye. Menjatuhkandan menjelek-jelekkan orang lain, seolah ialah orang yang paling benar. Hati-hatilah dengan orang yang demikian, tidak usah saja dipilih.
8. Memilih pemimpin yang memiliki rasa kehormatan diri, kewibawaan, karisma dan kedisiplinan seorang pemimpin
Dengan demikian ia mampu dan mempunyai rasa tanggungjawab pribadi atas semua kebijakannya. Kita dapat melihat kewibawaan dan karisma/figur seorang pemimpin itu, saat ia berbicara di depan umum dan dalam kepribadian sehari-harinya.
9. Memilih pemimpin yang melakukan kampanye sehat
Kampanye sehat adalah kampanye tanpa politik uang dan kekerasan. Tujuan yang baik harus dicapai dengan jalan yang baik. Kalimat itu berlaku juga di dunia politik. Untuk mencapai suatu jabatan publik, calon pemimpin juga harus menempuh cara yang baik juga. Jangan karena ambisi meraih posisi, menjadikannya menghalalkan semua cara.
Politik uang atau politik perut adalah suatu bentuk pemberian atau menyuap seseorang baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun supaya ia menjalankan haknya dengan cara tertentu pada saat pemilihan umum. Pembelian bisa dilakukan menggunakan uang atau barang. Politik uang adalah sebuah bentuk pelanggaran kampanye. Politik uang umumnya dilakukan simpatisan, kader atau bahkan pengurus partai politik menjelang hari H pemilihan umum. Praktik politik uang dilakukan dengan cara pemberian berbentuk uang, sembako antara lain beras, minyak dan gula kepada masyarakat dengan tujuan untuk menarik simpati masyarakat agar mereka memberikan suaranya untuk partai yang bersangkutan. Politik uang merupakan biang keladi korupsi. Dalam politik uang tersebut sampai mengeluarkan dana miliaran rupiah tentu akan berpikir bagaimana cara mengembalikan uang yang sudah keluar begitu banyak. Pemikiran itu bisa menimbulkan perbuatan negatif, seperti perbuatan korupsi minimal untuk mengembalikan uang yang sudah dikeluarkan selama kampanye.
Kampanye kekerasan bukan hanya berupa kekerasan fisik. Tapi bisa juga kekerasan verbal berupa ancaman, makian, dan hinaan. Begitu juga dengan fitnah keji yang tidak sesuai dengan realita.
10. Kemudian pilihlah sesuai dengan hati nurani kita.
Jangan pernah sekali-kali berpikiran untuk Golput (golongan putih) atau tidak memilih. Ingat…! Satu suara kita menentukan bangsa dan daerah ini 5 tahun yang akan datang. “JADILAH BANGSA YANG CERDAS, PINTAR, DAN BERBUDAYA”.

Pemimpin yang baik dapat membawa kita menuju perbaikan. Sebaliknya pemimpin yang buruk membawa bencana.

dirangkum dari sumber :

Senin, 04 November 2013

5 PESAN BER – PILKADES UNTUK MASYARAKAT LUMAJANG



1.         CIPTAKAN  PILKADES  DAMAI,  TERPILIH / TIDAK  TERPILIH TERIMALAH DENGAN LAPANG DADA
2.         JAGA KUALITAS PILKADES, AGAR TETAP LUBER DAN JURDIL (LANGSUNG, UMUM, BEBAS, RAHASIA, JUJUR DAN ADIL)
3.         JADILAH PEMILIH CERDAS, PILIHLAH SESUAI HATI NURANI
4.         JANGAN GOLPUT, DATANG DAN PILIHLAH PEMIMPIN DESA  YANG AMANAH

5.         PANJATKAN DOA, AGAR KADES TERPILIH SENANTIASA MEMBAWA KEMAJUAN DESA

KARYA DAUR ULANG SAMPAH KEREN DAN MENGUNTUNGKAN

Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, and Recycle).
Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik. Meskipun mirip, proses pembuatan kompos yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasi oleh alam, tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemprosesan material baru untuk proses produksi.
Berikut ini adalah contoh-contoh hasil daur ulang :


Tas Pop Tabs
Seperti namanya, tas ini terbuat dari pop tabs (tombol pembuka pada minuman kaleng). Siapkan tang potong, pelepas staples, kunci tua, dan pop tabs (paling tidak anda membutuhkan ratusan untuk membuat sebuah tas).
















Lampu Sendok Plastik
Desainer pertama kali dari lampu ini bernama Yaroslav Olenev. Ide lampu yang terbuat dari sendok plastik dan sebuah botol minuman plastik ini memenangkan penghargaan pada nominasi "Desain dan Ekologi" yang diselenggarakan oleh majalah "FutureNow" pada tahun 2010.
Untuk membuat lampu ini, Anda membutuhkan botol minuman plastik, ratusan sendok plastik, lem tembak, cutter, tang potong, lampu hemat energi dan beberapa meter kabel sesuai keperluan.





Wall Art Gulungan Tisu Toilet

Anda pecinta seni, namun keuangan Anda saat ini belum mendukung untuk membeli wall art yang harganya selangit? Tidak usah gundah, Anda bisa membuatnya sendiri!
Siapkan gunting, lem, penjepit rambut, pewarna metal, dan beberapa gulungan tisu toilet bekas. Lakukan langkah-langkah seperti gambar di bawah dan Voila! Tembok rumah Anda sekarang mempunyai Wall Art yang indah!
Jangan khawatir, saya tidak akan bilang siapa-siapa kalo wall art Anda terbuat dari gulungan tisu toilet bekas











Lampu Kardus Susu
Desainer Ed Chew yang berasal dari Malaysia ini berbagi ide kerennya cara membuat lampu hias keren yang hanya terbuat dari kardus susu bekas yang dapat Anda temui sehari-hari.
Anda dan anak Anda harus minum susu kotak dengan jumlah yang cukup banyak untuk membuat lampu ini tentunya.












Vas Bohlam
Masih memakai bohlam untuk menerangi rumah anda? Segera ganti dengan lampu hemat energi yang lebih terang dan bersahabat dengan rekening tagihan anda.
Selanjutnya ubah bolam bekas anda menjadi sebuah vas bunga seperti pada gambar di bawah. Cukup mudah namun tampak berkelas bukan?















Tas dari Jeans Bekas
Jeans juga bisa dibuat menjadi tas lucu dan unik seperti gambar. Sangat kreatif dan tentu saja berdaya nilai jual. Membuat tas baru tanpa keluar biaya besar hanya perlu menggunakan jeans yang sudah tak terpakai lagi.














Sumber :

PEMBINAAN DAN RENCANA PROGRAM INI POHONKU

Apa jadinya sebuah organisasi tanpa adanya pelatihan dan pembinaan? Mungkin ini yang menjadi pemikiran bagian Humas sebagai induk organisasi dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ketika mengadakan acara yang bertema Pembinaan dan rencana penanaman pohonku. Acara ini diadakan di Pendopo Kecamatan Candipuro.
Acara ini salah satunya berisi pembinaan-pembinaan yang bertujuan meningkatkan kinerja KIM dan mendorong KIM agar segera memiliki usaha agar KIM mampu bertahan. Usaha kecil merupakan bidikan yang tepat guna memberdayakan SDM yang dimiliki KIM.
Selain pembinaan, rencana program ini pohonku juga merupakan isi dari acara ini. Diharapkan agar semua anggota KIM mensukseskan program ini dengan cara mengumpulkan biji-biji pohon keras yang ada di rumah masing-masing anggota selama satu bulan. Nantinya biji yang sudah terkumpul akan ditanam bersama-sama seluruh anggota KIM di lahan yang sudah dipersiapkan Bagian Humas.

Penghijauan merupakan tujuan utama dari program ini pohonku. Penghijauan dalam arti luas adalah segala daya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan. Ada pula yang mengatakan bahwa penghijauan kota adalah suatu usaha untuk menghijaukan kota dengan melaksanakan pengelolaan Taman-taman kota, taman-taman Iingkungan, jalur hijau dan sebagainya. Dalam hal mi penghijauan perkotaan merupakan kegiatan pengisian ruang terbuka di perkotaan. Pada proses fotosintesa tumbuhan hijau mengambil CO2 dan mengeluarkan C6H1206 serta peranan O2 yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Oleh karena itu, peranan tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke udara. Di samping itu berbagai proses metabolisme tumbuhan hijau dapat memberikan berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk hidup yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Begitu peritingnya peranan tumbuhan di bumi ini dalarn menangani krisis lingkungan terutama di perkotaan, sangat tepat jika keberadaan tumbuhan mendapat perhatian serius dalam pelaksanaan penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota.